Program ini merupakan program khusus bagi santri yang memiliki keinginan untuk menghafal Al-Qur’an dengan sistem pengajian sorogan. Dalam pelaksanaannya, santri menyetorkan hafalan Al-Qur’an kepada Pengasuh atau Ustadz untuk disimak dan dilakukan tashih terhadap bacaan serta hafalannya. Program ini bertujuan untuk membentuk santri yang memiliki hafalan yang kuat, benar, dan sesuai dengan kaidah bacaan Al-Qur’an.
Program Bin-Nadhor memiliki sistem pembelajaran yang sama dengan Program Bil-Hifdhi, dengan satu perbedaan utama. Pada program ini, ketika proses penyimakan berlangsung, santri membawa mushaf Al-Qur’an dan membaca secara langsung untuk didengarkan serta ditashih bacaannya oleh Pengasuh maupun Ustadz. Program ini difokuskan pada perbaikan dan pemantapan kualitas bacaan Al-Qur’an santri.
Peserta Program Qira’ah Sab’ah adalah santri yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an secara keseluruhan, dengan prioritas diberikan kepada santri yang memiliki hafalan yang benar-benar lancar. Hal ini dikarenakan materi pembelajaran dalam program ini berupa kajian perbandingan bacaan Al-Qur’an menurut satu imam dengan bacaan menurut imam lainnya yang masyhur, yang berjumlah tujuh imam qira’at (Qurra’ Sab’ah).
Program Riyadloh diperuntukkan bagi santri yang telah hafal Al-Qur’an secara sempurna, namun tidak menutup kemungkinan bagi santri yang belum menyelesaikan hafalan untuk mengikutinya dengan ketentuan tertentu. Program ini dilaksanakan dengan melakukan riyadloh berupa mengkhatamkan Al-Qur’an satu kali setiap hari selama 41 hari. Penerimaan santri putra dibuka setiap saat dengan kuota terbatas sebanyak lima orang. Apabila kuota telah terpenuhi, pendaftaran akan ditutup dan dibuka kembali setelah kuota tersedia.
Kegiatan setoran di Pesantren Tahfidzul Qur’an Ma’unah Sari dilaksanakan dalam dua waktu, yaitu pada pagi hari setelah Subuh dan sore hari setelah Magrib. Seluruh santri menyetorkan hafalan kepada mustami masing-masing sesuai dengan pembagian yang telah ditetapkan.
Kegiatan deresan dilaksanakan pada siang hari menjelang sore, tepatnya pada pukul 14.30 hingga 15.30, dengan tujuan agar seluruh santri mempersiapkan hafalan yang akan disetorkan kepada mustami masing-masing.
Kegiatan Madrasah Diniyyah Al Mundziriyyah dilaksanakan setelah salat Isya, yaitu pada pukul 20.00 hingga 21.00. Madrasah Diniyyah Al Mundziriyyah menerapkan penjenjangan pembelajaran yang terdiri atas Kelas I dan Kelas II. Santri yang belum memiliki kemampuan menulis aksara Pegon ditempatkan pada Kelas I sebagai tahap pengenalan, sedangkan santri yang telah mampu menulis aksara Pegon ditempatkan pada Kelas II sebagai tahap lanjutan.
Calon santri datang ke kantor pondok atau menghubungi pengurus untuk menanyakan ketersediaan kuota pendaftaran.
Calon santri sowan kepada Pengasuh pesantren bersama orang tua atau wali.
Calon santri mengisi formulir pendaftaran dan menyelesaikan biaya administrasi.
Dua lembar pas foto berwarna ukuran 3 × 4.
Dua lembar fotokopi Kartu Keluarga.
Fotokopi ijazah terakhir.
Kotak Almari
Makan 2x Sehari
Kuota pendaftaran ditetapkan berdasarkan jumlah kotak almari yang tersedia. Oleh karena itu, untuk menghindari kesalahan informasi terkait pendaftaran, calon santri atau wali dianjurkan untuk terlebih dahulu menghubungi narahubung pesantren guna memastikan ketersediaan kuota.